Dapat Dukungan Dari Ratusan Kyai, Bunda Indah : Jangan Ragukan Hikmat Saya Kepada Nadlatul Ulama
Lumajang (lumajangsiji.com)- Jelang Pelaksanaan Pilkada serentak yang kurang 9 hari lagi. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lumajang nomor urut 2, Indah Amperwati dan Yudha Adji Kusuma mendapat dukungan penuh dari ratusan kyai dan tokoh Nadlatul Ulama.
Calon Bupati Lumajang, Indah Amperwati merasa bangga dan terharu lantaran mendapatkan sokongan penuh dari para kyai sepuh dan tokoh Nadlatul Ulama.
Indah Amperwati yang familiar dipanggil Bunda Indah menyampaikan, pihaknya akan berkomitmen kepada Nadlatul Ulama jika ditakdirkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lumajang periode 2023-2029.
“Saya bersumpah apabila Allah mentakdirkan kami menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lumajang. Jangan pernah ragukan hikmat saya kepada Nadlatul Ulama,” tegas Bunda Indah dihadapan ratusan kyai dan tokoh NU saat acara apel kemenangan di Pondok Pesantren, Alafkar Salafy, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, kemarin, Sabtu (16/11) sore.
Bunda Indah kembali menegaskan, jika pihaknya benar-benar akan memperjuangkan Nadlatul Ulama.” Jangan pernah meragukan bakti saya kepada Nadlatul Ulama,” timpalnya.
Sementara itu, KH. Imron Anis Mustasyar PCNU Lumajang menghimbau kepada seluruh warga NU bisa menggunakan hak pilihnya tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun.
“Kami hadir merapatkan satu barisan dengan Kyai, warga NU dan tokoh NU. Kami memberikan dukungan melalui isitgosah dan bermunajat kepada Allah,” katanya.
KH. Imron Anis menegaskan jika warga NU Lumajang bebas menentukan pilihan. Termasuk boleh saja memilih pasangan Bunda Indah-Mas Yudha, nomor urut 2.
Secara pribadi, tegas Kiai Imron, dirinya bertekad, bahkan sepakat mendukung Indah-Yudha, selain karena program juga untuk menunjukkan bahwa warga NU Lumajang bebas untuk menentukan pilihan.
“Selama ini masih ada yang takut, sehingga menganggap NU itu untuk golongan tertentu. Salah! NU tidak boleh diklaim milik golongan tertentu, tapi NU milik umat. Warga NU bebas untuk memilih calon pemimpin,” tegasnya.
Ia mengimbau, seluruh warga untuk menggunakan hak pilihnya secara bebas dan tanpa tekanan dari pihak manapun. KH Imron menegaskan, bahwa NU adalah organisasi keumatan yang terbuka bagi semua, bukan milik golongan atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, setiap warga berhak memilih sesuai hati nurani mereka tanpa pengaruh atau paksaan.
“Dalam demokrasi, pilihan politik adalah hak setiap individu, dan NU sebagai wadah umat Islam harus menghargai kebebasan tersebut. Warga Nahdliyin di Lumajang dipersilakan menentukan pilihan mereka tanpa merasa tertekan atau diarahkan,” tambahnya.
Kyai Imron Anis mengingatkan warga NU, perbedaan dalam pilihan politik adalah hal wajar yang tidak boleh merusak persaudaraan di antara sesama Nahdliyin.
