Cak Nash, Ketua FKDT Lumajang Mendukung Gus Farkhan Sebagai Pengganti Gus Miftah
Lumajang (lumajangsiji.com) – Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah sudah mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Pemimpin Majelis Sholawat Arro’iyah Indonesia, Gus Farkhan diusulkan menjadi penggantinya.
Adapun usulan itu dari Aktivis sekaligus ketua FKTD Lumajang, Khoirun Nasichin. Ia menilai sosok yang tepat pengganti Gus Miftah adalah Gus Farkhan.
“Terkait rencana Presiden Prabowo Subianto mengganti utusan khusus presiden bidang kerukunan agama, Gus Miftah, yang telah mengundurkan diri kemarin, Gus Farkhan adalah calon pengganti yang tepat,” katanya kepada media ini, Sabtu (7/12)
Menurut Khoirun Nasichin yang familiar dipanggil Cak Nash, bahwa Gus Farkhan memiliki kapasitas yang memadai menggantikan Gus Miftah. Terkait pengalaman, Cak Nash menjelaskan, Gus Farkhan pernah menjabat stafsus Menpora.
selain itu, dari sisi gerakan keagamaan, tokoh muda ini memilki concern dalam dunia sholawat, terbukti ia mendirikan Majelis Sholawat Arro’iyah Indonesia.
Lebih lanjut, Cak Nash menggambarkan sosok Gus Farkhan sebagai tokoh muda yang memiliki pergaulan lintas agama, selain dekat dengan tokoh-tokok muslim, Gus Farkhan juga bergaul dengan tokoh-tokoh di luar islam.
“Soal kapasitas ilmu keagamaan, saya tidak ragu terhadap Gus Farkhan, selain alumni IAIN Sunan Kali Jogo Yogyakarta, beliau juga santri yang bisa baca kitab kuning yang menjadi khazanah spesifik pesantren salaf,” terangnya.
Meski secara popularitas Gus Farkhan tidak sepopuler Gus Miftah. Namun, Gus Farkhan memiliki pengalaman yang sangat cukup untuk membantu Presiden Prabowo Subianto di bidang utusan khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan
“Gus Farkhan sangat paham isu-isu kerukunan beragama dan sarana prasarana keagamaan dalam konteks pembangunan negara, posisi itu kan bukan sekedar mengurus pengajian atau jadwal ceramah agama, tapi bagaimana mengelola dinamika kerukunan umat beragama menjadi salah satu kekuatan yang menopang kemajuan bangsa,” tungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto Menyikapi mundurnya Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah. Presiden Prabowo menyatakan bahwa hal itu adalah sikap ksatria, dan Presiden berusaha mencari penggantinya.
Sebagaimana ramai di jagad media sosial, Gus Miftah mengundurkan diri gegara tengah mengalami kecaman publik terkait ucapan ‘Goblok’ kepada penjual es teh saat pengajian berlangsung. Terhadap ucapan yang diniati bercanda oleh Gus Miftah itu, banyak nitizen menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan.
