Mendesak Penanganan Serius Hama Tikus di Lumajang: HKTI Dorong Pendekatan Terpadu dan Berkelanjutan
Lumajang (lumajangsiji.com) – Merebaknya hama tikus kembali menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian di Lumajang, menyebabkan kerugian signifikan bagi para petani. Menanggapi kondisi ini, Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Lumajang mendesak seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan terkoordinasi dalam mengatasi masalah yang menghantui para petani.
Wakil Ketua Bidang Lingkungan dan Konservasi DPC HKTI Lumajang, Ade Rian Tegar Prasetya menyoroti pentingnya pendekatan yang terpadu, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam upaya pengendalian hama tikus.
Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, selain berdampak buruk pada ekosistem, juga dapat menimbulkan resistensi pada hama itu sendiri, membuat masalah semakin kompleks dalam jangka panjang.
“Kami merekomendasikan beberapa strategi yang perlu segera diimplementasikan untuk pengendalian hama tikus yang meresahkan para petani,” ujar Ade.
Diantaranya, gerakan Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHT): Mari galakkan kembali kegiatan gropyokan massal secara terencana dan serentak di tingkat desa atau kelompok tani. “Pengalaman menunjukkan bahwa metode ini terbukti efektif menekan populasi tikus secara signifikan jika dilakukan secara rutin dan terkoordinasi,” katanya.
Pemanfaatan Predator Alami: Kita harus lebih mengoptimalkan peran burung hantu sebagai predator alami tikus. Ini dapat dilakukan dengan membangun rumah burung hantu (rubuha) di area persawahan, serta menjaga dan melestarikan habitat alaminya.
“Pendekatan biologis ini jauh lebih aman, efektif, dan berkelanjutan untuk lingkungan pertanian kita,” terangnya.
Selain itu perlu adanya sanitasi Lingkungan Pertanian untuk mendorong petani untuk secara rutin membersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman di sekitar area persawahan dan pemukiman.
“Lingkungan yang bersih akan meminimalkan tempat persembunyian dan sumber makanan bagi tikus, sehingga mengurangi potensi perkembangbiakannya,” bebernya.
Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna, Mendorong penggunaan perangkap tikus yang efektif dan aman, serta teknologi lain yang mendukung pengendalian hama secara non-kimiawi. Inovasi teknologi dapat menjadi solusi pelengkap yang efisien.
Edukasi dan Sosialisasi, Sangat penting untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai siklus hidup tikus dan metode pengendalian yang tepat. Pengetahuan adalah kunci untuk tindakan preventif dan responsif yang efektif, memungkinkan petani untuk mengambil langkah yang benar sejak dini.
Dukungan dari Pemerintah Daerah: Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lumajang, melalui dinas terkait seperti Dinas Pertanian, dapat memberikan dukungan penuh. Ini bisa berupa penyediaan sarana dan prasarana pengendalian hama, fasilitasi pelatihan, serta koordinasi antarwilayah untuk memastikan penanganan yang komprehensif.
“HKTI Lumajang siap bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga penelitian, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi hama tikus ini. Kita harus bergerak cepat dan terkoordinasi demi menyelamatkan hasil panen petani dan menjaga ketahanan pangan di Lumajang. Masa depan pertanian kita bergantung pada tindakan kolektif kita hari ini,” pungkasnya.
