HKTI Lumajang Dorong Sinergi Kebijakan Pusat Dan Daerah untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan
Lumajang (lumajangsiji.com) – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang bersama Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian menyelenggarakan Seminar dan Temu Tani dengan mengangkat tema “Sinergi Kebijakan Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan serta Modernisasi dan Percepatan Pertanian di Lumajang”.
Kegiatan berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lumajang, Ahad (21/12) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan dan peluang pembangunan pertanian ke depan.
Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian menyampaikan optimisme bahwa, Pengurus HKTI Lumajang serta para petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang.

Forum ini menegaskan pentingnya keselarasan kebijakan antara pusat dan daerah agar program pertanian dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan petani.
Ketua HKTI Kabupaten Lumajang, Muhammad Jamaluddin menyampaikan bahwa kedaulatan pangan tidak dapat terwujud tanpa dukungan kebijakan yang terpadu serta penerapan inovasi dan teknologi pertanian modern.
“Sinergi kebijakan harus dibarengi dengan percepatan modernisasi pertanian, mulai dari penggunaan alat dan mesin pertanian, digitalisasi data pertanian, hingga penguatan kelembagaan petani,” ujarnya.
Dalam seminar ini juga dibahas strategi percepatan pertanian di Lumajang melalui peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, serta penguatan akses petani terhadap permodalan, pasar, dan teknologi.
Lumajang dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan daerah yang mampu menopang ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Jamal mengambarkan jika kedaulatan pangan tidak jatuh dari langit. Ia membutuhkan dua pilar utama diantaranya.
Sinergi Kebijakan: Kebijakan pusat dan daerah tidak boleh “jalan sendiri-sendiri”. Apa yang diputuskan di Jakarta harus mendarat dengan tepat dan bermanfaat di sawah-sawah kita di Lumajang.
Modernisasi: Kita tidak bisa lagi bertani dengan cara lama jika ingin hasil yang luar biasa. Modernisasi bukan hanya soal mesin (traktor), tapi soal smart farming, efisiensi pupuk, dan akses pasar digital.

Sementara itu, Arif Kabid BSP DKPP Kabupaten Lumajang menyebut, kegiatan Seminar dan Temu Tani ini bisa terbangun komitmen bersama antara Pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
“Sinergi yang kuat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya pertanian modern yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani Lumajang,” terangnya.
