Peringati Hari Ibu ke-97, HKTI Lumajang Soroti Perlindungan Anak Petani dan Kesetaraan Gender
Lumajang (lumajangsiji.com) – Memperingati Hari Ibu ke-97 tahun 2025, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menekankan pentingnya peran strategis perempuan tani dalam ketahanan pangan nasional.
Namun, di balik peran besar tersebut, perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan pertanian dan kesetaraan gender masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan.
Zakiyah Hikmatur Rofiah, Wakil Ketua Bidang Wanita Tani DPC HKTI Lumajang, menyatakan bahwa momentum Hari Ibu bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan pengingat akan hak-hak perempuan dan kesejahteraan keluarga petani.
“Ibu-ibu tani adalah tulang punggung kedaulatan pangan kita. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa perempuan tani seringkali memikul beban ganda. Di Hari Ibu ini, kami menyuarakan pentingnya kesetaraan gender di sektor agraris dan jaminan perlindungan bagi anak-anak petani,” ujar Zakiyah kepada lumajangsiji.com, Minggu (22/12).

Poin Utama Pernyataan Zakiyah Hikmatur Rofiah:
- Perlindungan Anak Petani : Zakiyah menyoroti pentingnya akses pendidikan dan kesehatan yang layak bagi anak-anak di kawasan pedesaan/pertanian agar mereka tidak terjerumus dalam pekerja anak di bawah umur.
- Kesetaraan Gender di Sektor Pertanian: Mendorong akses yang setara bagi perempuan tani terhadap teknologi pertanian, bantuan modal, dan pengambilan keputusan di kelompok tani.
- Kesejahteraan Keluarga: Menekankan bahwa perempuan yang berdaya secara ekonomi akan langsung berdampak pada peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak-anak petani di Lumajang.
Menurut Zakiyah, HKTI Lumajang berkomitmen untuk terus mendampingi wanita tani agar memiliki daya tawar yang lebih kuat. “Jika ibunya berdaya, anaknya terlindungi, maka regenerasi petani di Lumajang akan berjalan sehat dan bermartabat,” tambahnya.
Melalui momentum ini, HKTI Lumajang juga mengajak pemerintah daerah untuk lebih memperkuat regulasi yang berpihak pada perlindungan perempuan dan anak di sektor informal, khususnya pertanian. (bur)
