HKTI Lumajang Dorong Inovasi Pertanian, Jadikan Desa Mandiri sebagai Contoh Keberhasilan
Lumajang (Lumajang siji.com) — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui inovasi.
Ali Mustofa, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan Petani DPC HKTI Lumajang, mengumumkan inisiatif strategis dengan mengadopsi konsep Desa Mandiri sebagai percontohan dalam pengelolaan potensi pertanian.
Inisiatif ini berfokus pada Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, dengan menunjuk Bapak Sumarli, Kepala Desa setempat, sebagai pelaksana proyek percontohan.
Ali Mustofa menekankan bahwa tantangan pertanian saat ini dan di masa depan, seperti serangan hama dan perubahan iklim, tidak boleh menjadi penghalang. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan metode konvensional. Petani harus bisa berinovasi,” tegasnya.
Peluang dan Tantangan dalam Mencapai Kualitas dan Kuantitas Maksimal*
Program percontohan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang sering dihadapi petani, seperti serangan hama tikus yang masif pada tanaman padi. Ali Mustofa menjelaskan bahwa serangan tikus tidak boleh mematahkan semangat petani.
“Tantangan pertanian hari ini, seperti serangan tikus, harusnya bukan menjadi kendala yang mematahkan semangat. Justru ini adalah peluang untuk mencari solusi baru,” ujarnya.
Keberhasilan Bapak Sumarli menjadi bukti nyata dari konsep ini. Sebagai seorang kepala desa yang juga petani, ia menghadapi kendala serangan hama tikus pada pertanian padinya. Alih-alih menyerah, Bapak Sumarli mengambil langkah strategis dengan beralih ke komoditas semangka.
“Dari lahan yang tidak sampai 1 hektar, ia berhasil meraup penghasilan ratusan juta rupiah hanya dalam satu kali panen. Kisah sukses ini menjadi inspirasi bagi petani lain bahwa inovasi dan diversifikasi pertanian sangat penting untuk menciptakan nilai tambah,” tambah Ali Mustofa.
*Sinergi dan Keberlanjutan*
Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kelompok tani, dan akademisi, akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Ali Mustofa menekankan pentingnya sinergi untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan mandiri.
“Melalui program Desa Mandiri ini, kita berharap Desa Petahunan bisa menjadi model bagi desa-desa lain di Lumajang dalam mengelola potensi pertanian secara optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” pungkasnya.
