Sinergi Forkopimda dan HKTI Lumajang, Dukung Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Jagung di Lahan Ponpes
Lumajang (lumajanqsiji.com) – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang bersinergi dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang dalam sebuah kegiatan penanaman jagung.
Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik Pondok Pesantren Walisongo, Wonokerto, Kecamatan Tekung, sebagai bagian dari upaya nyata mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Acara ini diawali dengan Zoom Meeting yang dihadiri Dandik 0821 Lumajang, Wakapolres Lumajang Kompol A. Risky Fardian Caropeboka, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pertanian. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis di lokasi.
Dalam sambutannya Wakapolres Lumajang Kompol A. Risky Fardian Caropeboka mewakili Kapolres Lumajang menyampaikan pentingnya kolaborasi perwakilan Organisasi antar instansi dan masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui sinergi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat sipil dapat bahu-membahu untuk mewujudkan kemandirian pangan,” katanya.
Iya berharap lahan pesantren ini bisa menjadi percontohan bagi lahan-lahan lain di Lumajang. “Ini awal yang baik nantinya bisa dilaksanakan di lahan tidur di Kabupaten Lumajang,” tegasnya.
Senada dengan Wakapolres, Ali Mustafa, Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Pemerintah HKTI Lumajang, menyoroti peran strategis pesantren.
Ali menilai, Pondok pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Dengan memanfaatkan lahan tidur, mereka tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
“HKTI Lumajang siap mendampingi dan memberikan dukungan teknis kepada para santri dan pengelola Pesantren sehingga ke depan Lumajang bisa menjadi salah satu lumbung pangan di Indonesia,” terangnya.
Setali tiga uang, Kabid Agrobisnis dan Pangan HKTI Lumajang, Hasanuddin, menyoroti lahan tidur yang tidak terpakai di Kabupaten Lumajang. Terutama di daerah pinggiran.
Iya berharap dengan adanya pemanfaatan lahan seperti milik pesantren ini bisa menjadi percontohan bagi pesantren lainnya dan masyarakat pada umumnya.
“Kita terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan advokasi kepada masyarakat agar mereka bisa memanfaatkan lahan yang tidak terpakai,”ungkapnya.
Dengan kegiatan seperti ini bisa menjadi memberikan motivasi penyemangat bagi para meplik lahan dan memberikan manfaat ekonomi.
“Ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pondok pesantren dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk sektor pertanian. Kegiatan ini juga menjadi simbol soliditas seluruh elemen di Lumajang dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan,” tungkasnya.
