Luar Biasa, Ketua Bidang Pertanian HIPMI Lumajang Dapat Piagam Satya Inovasi Desa Berkat Pupuk Terbarukan
“Pupuk ini terbuat dari limbah ternak, tembakau, dan sabut kelapa. Limbah yang tadinya mencemari tanah kini dapat diubah menjadi pupuk bernilai tinggi,” katanya.
Selain manfaatnya yang telah terbukti dalam meningkatkan produktivitas pertanian dengan biaya yang terjangkau, NPK juga memiliki dampak yang signifikan dalam pelestarian lingkungan. Dengan meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, produk ini tidak hanya membantu tanaman tumbuh lebih sehat tetapi juga membantu mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan.
“Dengan penggunaan pupuk organik ini, kita juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan hidup karena semua bahan yang digunakan adalah limbah,” tambah Asriafi.
Keberhasilan Asriafi Ath Tha’ariq dalam mengembangkan NPK tidak hanya mencerminkan potensi besar pemuda Lumajang, tetapi juga menjadi pemicu inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berinovasi demi kemajuan bangsa dan lingkungan.
“Dengan adanya solusi inovatif seperti NPK, harapan untuk mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan semakin terwujud,” terangnya.
Pj. Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, merasa bangga atas penghargaan yang berhasil diraih tentunya berkat kreativitas dan inovasi yang dilakukan langsung oleh Asriafi Ath Tha’ariq dalam menciptakan produk pupuk organik bernama Niki Pupuk Kompos (NPK).
“Jadi, prestasi ini menunjukkan betapa kreatif dan inovatifnya generasi muda Lumajang dalam mengembangkan teknologi tepat guna serta bermanfaat,” ungkapnya.
Gelaran GTTGN XXV menjadi ajang tahunan sebagai wadah untuk menampung kreativitas dan inovasi teknologi dari seluruh wilayah di Indonesia. Agenda tersebut juga menjadi sarana penting dalam membagikan informasi maupun promosi tentang inovasi teknologi tepat guna.
“Semoga prestasi yang didapat bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah lewat teknologi tepat guna,” kata Pj bupati dengan sapaan akrab Yuyun itu.
Pemkab Lumajang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berkomitmen untuk terus mendukung dan membina inovasi-inovasi yang dapat dilahirkan pemuda daerah yang berbakat.
“Jadi, jangan pernah takut untuk berinovasi dan jangan takut untuk gagal. Sebab, kegagalan menjadi bagian dari proses menuju keberhasilan,” pungkasnya.
