Mohammad Maftuhan Calon Ketua Ansor Lumajang: Kepemimpinan Tidak Ditentukan oleh Status Sosial, Ansor Harus Jadi Rumah bagi Semua Kader
Lumajang (lumajangsiji.com) — Kandidat Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lumajang, Mohammad Maftuhan S.H, menegaskan, bahwa regenerasi kepemimpinan dalam organisasi harus dibangun secara inklusif serta tidak memandang status sosial, latar belakang, ataupun posisi seseorang di masyarakat.
Menurutnya, setiap kader memiliki hak yang sama untuk tampil, berpartisipasi, dan mengabdi selama memiliki komitmen, militansi, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai organisasi.
“Dalam Ansor, ruang pengabdian terbuka bagi siapa pun. Kepemimpinan tidak ditentukan oleh status, tetapi oleh kemampuan, integritas, dan kesungguhan dalam berjuang,” tegas Maftuhan, Ahad (16/11).
Ia menambahkan bahwa pemuda identik dengan semangat yang menyala, keberanian, dan daya juang tinggi. Karena itu, GP Ansor harus menjadi wadah yang menampung sekaligus menyalurkan energi positif tersebut agar dapat bermuara pada penguatan organisasi dan pengabdian terhadap Nahdlatul Ulama.
“Ansor adalah rumah besar bagi para pemuda. Di sinilah semangat muda diarahkan menjadi kekuatan perjuangan dalam menjaga marwah NU, mengawal para kiai, dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maftuhan menekankan bahwa kaderisasi adalah ruh dari organisasi, karena melalui proses inilah terbentuk kader-kader militan yang siap melanjutkan estafet perjuangan. Tanpa kaderisasi yang baik, organisasi akan kehilangan dinamika, arah, dan regenerasi kepemimpinan yang sehat.
“Kaderisasi adalah jantung Ansor. Dari sinilah muncul kader-kader yang siap berkhidmah dan membesarkan organisasi dengan dedikasi dan loyalitas,” pungkasnya.
Dengan gagasan tersebut, Mohammad Maftuhan S.H berharap GP Ansor Lumajang semakin solid, inklusif, dan mampu melahirkan pemimpin muda berintegritas yang siap menjaga tradisi sekaligus menghadapi tantangan zaman.
