Momen Imlek 2026, Ketua DPC HKTI Lumajang Perkuat Pesan Toleransi dan Harmoni Jelang Ramadhan
Lumajang (lumajangsiji.com) – Semangat keberagaman dan kerukunan antarumat beragama menjadi sorotan utama dalam peringatan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Lumajang.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang, Muhammad Jamaluddin, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai jembatan mempererat silaturahmi, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Dalam keterangannya, sosok yang akrab disapa Jamal ini menekankan bahwa, hari raya keagamaan dan budaya seperti Imlek adalah aset sosial yang memperkaya identitas bangsa. Menurutnya, kerukunan adalah modal utama dalam membangun daerah, termasuk di sektor pertanian yang menjadi fokus HKTI.
“Imlek tahun ini membawa pesan kebersamaan yang sangat kuat. Sebagai bangsa yang majemuk, perbedaan adalah kekuatan kita. Harmoni yang kita jaga hari ini adalah pondasi untuk menjaga ketenangan batin, apalagi kita akan segera menyambut bulan suci Ramadhan dalam waktu dekat,” ujar Jamal.

Poin Utama Pesan Harmoni:
– Solidaritas Tanpa Batas: Menjadikan perayaan budaya sebagai momentum untuk saling menghormati dan berbagi kebahagiaan antar tetangga tanpa memandang latar belakang.
– Stabilitas Sosial: Ketenganan dan kerukunan warga berdampak positif pada produktivitas masyarakat, termasuk para petani di pedesaan yang menjadi binaan HKTI.
– Persiapan Menuju Ramadhan: Mengajak masyarakat Muslim di Lumajang untuk mulai membersihkan hati dan memperkuat toleransi sebagai bekal spiritual memasuki bulan puasa.
Selain pesan toleransi, Jamal yang mengenakan pakaian khas bermotif naga dalam ucapan resminya, menyimbolkan harapan akan kemakmuran dan keberuntungan bagi para petani di Lumajang. Ia berharap sinergi antara nilai-nilai budaya dan semangat gotong royong dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan bersama.
“Kami di HKTI Lumajang berkomitmen untuk terus mengawal kerukunan ini. Jika masyarakatnya rukun dan harmonis, maka fokus kita untuk memajukan pertanian dan ekonomi kerakyatan akan jauh lebih mudah tercapai,” tambahnya.
Peringatan Imlek kali ini diharapkan menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika zaman, sikap saling menghargai adalah kunci untuk menjaga Lumajang tetap kondusif, aman, dan sejahtera.
